Hukum Asuransi Dalam Pandangan Agama Islam

Hukum Asuransi | kali ini kami akan memberikan pembahasan mengenai hukum asuransi pada pandangan islam , sekarang ini memang banyak sekali asuransi-asuransi baru yang bertebaran dan menawarkan berbagai program yang menarik, ada yang untuk kesehatan, wisata, dan banyak hal lain yang terkadang tidak masuk diakal, namun mungkin anda sekarang ini bertanya halal atau haram asuransi dalam pandangan agama islam karena kita melakukan pembayaran untuk hal-hal yang belum tentu terjadi di masa depan nantinya ??? dan kami akan ulas secara detail dan juga lengkap pada artikel kami kali ini

Hukum Asuransi

Pengertian Asuransi

Asuransi itu sendiri adalah suatu jaminan atau perdagangan yang diberikan oleh pihak penanggung untuk pihak yang bertanggung untuk resiko kerugian yang mungkin bisa terjadi, seperti kebakaran, pencurian dan masih banyak hal lainnya, bisa juga kehilangan jiwa{meninggal} atau mungkin kecelakaan dan penanggung atau orang yang mengasuransikan dirinya wajib membayarkan premi sebanyak yang ditentukan oleh penanggung {pihak asuransi}, dan dari pengertian tersebut maka bisa disimpulkan kalau orang yang mengikuti asuransi adalah orang yang membayar kerugian-kerugian kecil pada masa kini untuk bisa bertahan menghadapi kerugian-kerugian besar yang belum pasti akan terjadi, sebagai contohnya ada orang yang mengasuransikan rumah atau pabriknya dan harus membayar premi tiap bulan 1juta setiap bulannya, dan ketika pabrik atau rumahnya terjadi kebakaran maka pihak asuransi akan menanggung kerugian yang disebabkan oleh kebakaran yang terjadi, dan seperti itulah kinerja dan pengertian dari asuransi

Macam-Macam Asuransi

Asuransi Beasiswa  (asuransi ini memiliki dasar dwi guna)

  • pertama jangka pertanggungan itu bisa 5 sampai dengan 20 tahun lamanya, disesuaikan dengan usia dan juga rencana sekolah anak yang diasuransikan
  • Kedua apabila ayah yang mengikut sertakan asuransi itu meninggal dunia sebelum masa kontrak asuransi itu habis nantinya pertanggungan atau premi yang harus dibayarkan akan dibebaskan sampai habis kontrak polisnya, namun apabila anak yang diasuransikan meninggal dunia biasanya pihak asuransi memberikan pilihan untuk mengganti asuransi kepada anak yang lain, atau digantikan dengan kontrak bentuk lainnya, dan bisa menerima uang secara tunai apabila polis yang dijalani sudah berjalan selama 3 taun atau bisa membatalkan perjanjian

Asuransi Dwiguna ( asuransi ini bisa memiliki 2 guna atau 2 fungsi dan bisa diambil dalam jangka waktu 10 sampai dengan 30 taun)

  1. Bisa diperuntukan untuk keluarga pemilik asuransi apabila meninggal dunia selama polisnya masih berjalan
  2. Tabungan untuk pemilik asuransi apabila setelah polisnya habis ternyata pemilik asuransi tersebut masih hidup

Asuransi Jiwa ( asuransi ini adalah asuransi yang ditujukan untuk menanggung dalam bentuk kerugian finansial yang tak terduga)

  1. Menjamin keluarga pemegang polis apabila meninggal terlebih dahulu maka keluarga dan anak bisa terjamin
  2. Untuk memenuhi kebutuhan hidup apabila sudah tidak bekerja setelah tua nanti

Asuransi Kebakaran (asuransi ini bertujuan untuk menanggung kerugian yang diakibatkan oleh adanya kebakaran)

  1. Jika terjadi kebakaran maka pihak asuransilah yang akan menanggung kerugian
  2. Asuransi ini biasanya dibuat kontrak untuk kedua belah pihak agar tidak ada yang merasa dirugikan selama polis ini berjalan

Dan itulah beberapa macam asuransi yang ada di indonesia ini, kalau anda teliti dalam membacanya semua perusahaan asuransi yang menawarkan beberapa polis itu selalu memperhatikan tentang masa depan, baik masa depan keluarga, anak ataupun masa depan pemegang polis di hari tua nanti, dan beberapa polis juga menunjukan untuk bisa memperkecil kerugian yang terjadi apabila terjadi resiko yang tidak diinginkan (bencana) untuk kepetinggan perusahaan atau mungkin kepentingan pribadi pemegang polis

Hukum Asuransi Dalam Islam

Mungkin anda sekarang ini masih bimbang dan bertanya-tanya apakah asuransi ini halal atau haram dalam pandangan agama islam sedangkan sekarang ini memang sudah sangat menjamur perusahaan asuransi di indonesia, lalu bagaimana jika asuransi ini dipandang dalam ajaran agama islam mengingat di indonesia ini memang mayoritas muslim dan berikut akan kami jelaskan dengan singkat dan jelas mengenai asuransi

Ada beberapa Ulama mengemukakan bahwa asuransi yang dilakukan oleh perusahaan konvesional itu tidak islami karena orang yang menggunakan asurasi sama saja dengan orang yang tidak menerima rahmat dari Allah SWT, Allah yang menentukan semua hal dan juga memberikan jalan rezeki kepada semua makhluk yang ada di dunia ini, dan hal ini sudah tertulis dalam firman Allah SWT yang berbunyi :

jaminan rezeki dari Allah

rezeki dijamin Allah

Dan dari kutipan ayat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Allah memang sudah menyiapkan segala-galanya untuk  semua keperluan makhluknya di dunia ini, Allah SWT masih menyiapkan bahan yang masih mentah dan manusia itu masih harus mengolahnya, dan sekarang kita akan kembali ke pokok bahasan kita sekarang ini, karena ada beberapa pendapat yang mengemukakan kalau asuransi itu haram dan juga ada yang bilang kalau asuransi itu haram, namun sekarang kita bahas secara netaral mengenai Hukum asuransi menurut pandangan agama islam

Asuransi Itu Haram

Menurut pendapat yang sudah dikemukakan oleh Sayyid Sabiq Abdullah Al-Qalqii Yusuf Qardhawi dan juga Muhammad Bakhil al-muth’i memberikan penjelasan kalau asuransi itu haram termasuk asuransi jiwa

  1. Menggunakan Asuransi sama saja dengan berjudi
  2. Asuransi itu sangat jelas memiliki unsur-unsur yang tidak pasti
  3. Asuransi Juga memiliki unsur Riba/reten
  4. Asuransi memiliki unsur pemerasan karena jika pemilik polis sudah tidak bisa membayarkan preminya, maka uang yang sudah dibayarkan akan hilang atau berkurang
  5. Uang hasil dari premi yang dibayarkan oleh pemilik polis akan diputar dan digunakan untuk praktek-praktek yang memiliki unsur riba
  6. Asuransi masuk kedalam kategori jual beli atau tukar menukar mata uang secara tidak tunai
  7. Nyawa manusia atau hidup dan matinya seseorang dijadikan objek bisnis dan sama halnya dengan mendahului kehendak atau takdir dari Allah SWT

Asuransi Diperbolehkan

Dan ada beberapa pendapat yang memberikan alasan kalau asuransi itu diperbolehkan, dan pendapat itu diberikan oleh Abd. Wahab Khalaf Mustafa Akhmad Zarqa Muhammad Yusuf Musa dan juga Adb. Rakhman Isa mereka memberikan beberapa pendapat :

  1. Tidak adanya nash yang memberikan larangan pada asuransi
  2. Sudah ada kerelaan dan juga kesepakatan dari kedua belah pihak
  3. Tidak merugikan satu sama lainnya
  4. Dengan adanya asuransi dapat memberikan bantuan untuk kepentingan umum dari uang premi yang terkumpul bisa diinvestasikan untuk proyek yang produktif
  5. Asuransi itu termasuk dalam akad mudhrabah
  6. Asuransi juga termasuk sebagai koperasi
  7. Asuransi Di logikakan seperti sistem pensiun

Dan dari 2 buah argumen yang ada diatas dapat disimpulkan kalau asuransi yang memiliki sifat komersial itu tidak diperbolehkan sedangkan asuransi yang memiliki sifat sosial itu diperbolehkan, dan mungkin anda masih bingung apa yang benar dan bagaimana hukumnya karena memang tidak ada dalil yang tegas yang menyebutkan kalau asuransi itu benar benar haram

Dan dalam situasi seperti ini mungkin anda masih bingung tentang asuransi dan bagaimana hal yang baik yang harus anda lalui ketika anda sekarang sudah terlanjur mengikuti asuransi tersebut, dan karena hal itu lebih baik anda meninggalkan hal yang meragukan diri anda seperti yang Sabda Nabi Muhammad SAW

tinggalkan hal yang meragukanmu

Dan itulah pembahasan kali ini mengenai Hukum Asuransi Dalam Pandangan Agama Islam, kami berharap anda bisa menemukan jawaban yang anda cari disini namun kalau anda masih memiliki jawaban atau pertanyaan seputar asuransi ini, anda bisa meninggalkan pertanyaan yang ada pada kolom komentar

loading...