Hukum Istri Gugat Cerai Suami Karena KDRT

Hukum Istri Gugat Cerai Suami Karena KDRT– Ajaran Agama Islam telah menerangkan tentang perkara Perceraian dan masing – masing sudah mempunyai aturan atau ketentuan yg boleh dilakukan didalam Hukum Perceraian sehingga sebaiknya kalian sebagai Suami atau Istri sebelum mengambil keputusan penting didalam hubungan Suami Istri ada baiknya mempelajari ketentuan, syarat ataupun hukum yg berlaku di Ajaran Islam sehingga apa yg dilakukan oleh anda semua dapat di Ridhoi oleh Alloh Swt. Adapun untuk Pengertian Perceraian atau Talak Atau Gugat Cerai Menurut Islam ialah memutuskan hubungan Suami Istri secara sah menurut Syariah Islam ataupun Sah menurut Negara dari hubungan perkawinan ataupun pernikahan sebelumnya.

Kemudian perceraian merupakan salah satu hal yg paling menyedihkan karena didalamnya akan menimbulkan dampak – dampak buruk seperti membuat anak anda sangat terluka, terpukul dan benci kepada anda karna mereka dapat merasakan ketakutan akan kehilangan sosok ayah atau ibu mereka dan mereka akan takut kehilangan kasih sayang orangtua yg kini tidak tinggal serumah. Selain itu Kerugian Perceraian selanjutnya dari Orangtua (Mertua) dari pasangan yg bercerai karena mereka sebagai orangtua dapat saja merasa takut, khawatir dan merasa kasihan terhadap anak mereka yg bercerai, Dampak Buruk Perceraian lainnya akan dibenci oleh Alloh Swt karena perlu kalian ketahui bahwa proses perceraian memang sesuatu hal yg dihalalkan atau dibolehkan oleh agama tetapi hal tersebut tidak disukai oleh Alloh Swt.

Dalam hal ini seperti Sabda Nabi Muhammad Saw yg diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ibnu Majah dalam Hadist yg telah di Shahihkan oleh Hakim yang berbunyi, ” Perkara Halal yg paling tidak disukai oleh Alloh Swt adalah Perceraian (Hadist Abu Daud dan Ibnu Majah) ”. Oleh karena itu ada baiknya bagi kalian seorang Suami Istri Muslim untuk tetap mempertahankan Hubungan Keluarga Sah kalian karena walaupun Hukum Melakukan Perceraian dibolehkan asal menurut Syariah atau Ketentuan Islam tetapi banyak sekali dampak buruk atau kerugian yg akan mensertainya, namun dlm tersebut tentunya tergantung dari keadaan masing – masing karena ada yg harus pisah dan ada yg masih bisa dipertahankan.

Hukum Istri Gugat Cerai Suami Karena KDRT di Islam

Hukum Istri Gugat Cerai Suami Karena KDRT di Ajaran Islam

Sebelum membahas lebih dalam tentang Hukum Istri Meminta Cerai Kepada Suami Karena KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) ada baiknya anda mengetahui dengan jelas tentang Macam Perceraian karna di Ajaran Islam sendiri terdapat dua Istilah Perceraian yg antara lain Talak Cerai atau Cerai Talak ialah perceraian yg dikatakan atau dilakukan oleh Suami kepada Istrinya dan untuk Istilah Perceraian Kedua adalah Gugat Cerai yang memiliki artian permintaan cerai yg dilakukan oleh pihak Istri kepada Suaminya atas dasar ketentuan Syariah Islam dg persetujuan oleh pihak pengadilan karena untuk Gugat Cerai Istri ke Suami harus melalui Pengadilan Agama sehingga jika belum atau tidak disetujui oleh Pengadilan Agama maka Gugat Cerai tersebut tidaklah Sah.

Untuk Cara Melakukan Gugat Cerai Bagi Istri Ke Suaminya terbagi menjadi dua cara yang antara lain Gugat Cerai secara Fasakh yang merupakan Gugat Cerai tanpa adanya pemberian kompensasi uang atau barang berharga yg diberikan oleh Istri kepada Suaminya dan dlm kasus ini biasanya sang Suami melakukan perselingkuhan, menganiaya, bertingkah kasar, berzina dg orang lain dan tidak menafkahi istrinya baik lahir maupun batin secara terus menerus tanpa ada itikad untuk memperbaikinya. Sedangkan Gugat Cerai Secara Khulu ialah Gugatan Perceraian yg dilakukan oleh Istri Kepada Suami dg memberikan Uang atau Barang Berharga seperti mengembalikan Maharnya (Emas Kawin) kepada Suaminya yang dilakukan secara kesepakatan perceraian bersama antara Suami dan Istri.

Hukum Istri Gugat Cerai Suami Karena KDRT

Untuk pembahasan tentang Hukum Istri Minta Cerai Kepada Suami Karena KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) adalah dibolehkan atau dihalalkan karena Kekerasan Dalam Rumah Tangga yg dilakukan oleh Suami terhadap Istrinya sudah termasuk kedalam ketentuan Syariat Islam dan untuk beberapa alasan yg termasuk ke dlm Syariat Islam untuk Istri Meminta Cerai kepada suami antara lain Suami tdk memberikan Nafkah Lahir ataupun Batin dengan sengaja atau tanpa alasan yg jelas selama empat bulan, Suami berbuat dosa besar baik berzina, berjudi, mabok – mabokan dan lain sebagainya secara terus menerus tanpa adanya itikad untuk memperbaiki diri, Suami bertindak kasar kepada Istri atau Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) secara terus menerus dan Istri sudah tidak lagi mencintai Suaminya dg sebab sebab yang membuat Istri takut tidak bisa melayani dan memberikan hak – hak Suami dg baik.

Sehingga bisa disimpulkan bahwa Hukum Istri Gugat Cerai Kepada Suami Karena KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) sudah dibolehkan dan dihalalkan oleh Ajaran Agama Islam karena Istri mempunyai Sebab atau Syarat yang sesuai dg Syariat Islam untuk meminta Cerai Kepada Suami. Adapun Sang Istri bisa melakukan Gugat Cerai Fasakh jika sang Suami menerima Gugatan Cerai Istrinya secara ikhlas, tetapi jika Sang Suami tidak terima atau tidak mau bercerai maka Sang Istri bisa melakukan Gugat Cerai dengan cara Khulu yaitu memberikan uang atau barang berupa menyerahkan Mahar (Emas Kawin) kepada Suami yang Dzalim tersebut dan dlm hal ini Maharnya berfungsi sebagai wujud Protes atas kekerasan yg dilakukan oleh Suami kepada Istrinya, maka dari itu Suami harus menerima keputusan istrinya tersebut sehingga tinggal menunggu proses persidangan perceraian berlangsung karena jika seorang Istri menggugat cerai maka harus di putuskan didalam persidangan apakah sah atau tidaknya perceraian tersebut.

loading...