Hukum Membaca Al Fatihah Dalam Shalat Wajib 5 Waktu

Tuesday, April 25th 2017. | Ajaran Islam

Laporkan Iklan Ini Tidak Layak
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Hukum Membaca Al Fatihah – Pengertian tentang Surat Al-Fatihah ialah Surat pertama yang ada di dalam Kitab Suci Al Qur’an yang terdiri dari 7 Ayat dan diturunkan di Kota Mekkah, Surat Al Fatihah ini merupakan Surat yang pertama diturunkan secara lengkap diantara Surat – Surat yang ada didalam Kitab Suci Al Qur’an. Lalu dinamakan Surat Al Fatihah karena dengan inilah dimulainya (Dibuka) Al Qur’an dan Surat Al Qur’an juga disebut sebagai Ummul Qur’an yang artinya induk dari semua Isi Al Qur’an.

Selain disebut dengan Surat Pembukaan dan Ummul Qur’an (induk dari isi Al Qur’an), Surat Al Fatihah juga disebut dengan As Sab’ul Matsaany yang mempunyai artian tujuh yang berulang ulang karena jumlah Ayat didalam Surat Al Fatihah yang sebanyak tujuh Ayat dan dibaca berulang ulang di dalam Shalat baik Shalat Wajib Lima Waktu maupun Shalat Sunnah. Sebagaimana yang sudah kita ketahui sebagai seorang Muslim bahwa Bacaan Surat Al Fatihah merupakan Surat yang selalu dibaca disetiap Rakaat pada shalat baik pada Shalat Wajib dan Shalat Sunnah.

Dimana dalam pelaksanaannya Surat Al-Fatihah ini dibacakan setelah kalian selesai membaca Bacaan Doa Iftitah setelah Gerakan Shalat Takbiratul Ikhram di Raka’at Pertama dan membaca Surat Al Fatihah di Raka’at Kedua dibacakan setelah Gerakan Shalat Sujud Kedua di Raka’at Pertama dan Membaca Surat Al Fatihah di Raka’at Ketiga dibacakan Setelah Gerakan Shalat Tahiyat Awal didalam Raka’at Kedua serta Membaca Surat Al Fatihah di Raka’at Keempat dibacakan Setelah Gerakan Shalat Sujud Kedua di Raka’at Ketiga.


Laporkan Iklan Ini Tidak Layak

Hukum Membaca Al Fatihah Dalam Shalat Wajib 5 Waktu

hukum membaca al fatihah dalam shalat wajib

Kemudian untuk Hukum Membaca Surat Al Fatihah didalam Shalat Fardhu Lima Waktu ialah Wajib dibacakan oleh setiap Muslim dan Muslimah yang mengerjakan Shalat Wajib Lima Waktu maupun mengerjakan Shalat Sunnah. Hal tersebut dikarenakan bahwa dalam membaca Surat Al Fatihah merupakan Rukun Shalat sehingga Shalat Wajib yang dikerjakan Tidak Sah jika seseorang Muslim tidak membaca Surat Al Fatihah didalam Shalatnya.

Adapun Dalil dan Hadist tentang Hukum Al Fatihah Dalam Shalat yang Wajib dan sebagai Rukun Shalat yang harus dibacakan oleh setiap Muslim di tiap – tiap Raka’at Shalat Wajib dan Shalat Sunnah diantaranya sebagai berikut Hadist Pertama yakni Hadist Riwayat Al Bukhari nomor 756 dan Muslim nomor 394 yang menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda yang berbunyi, ” Tidak ada Sholat bagi orang yang tidak membaca Faatihatul Kitaab atau Surat Al Fatihah (HR. Bukhari dan Muslim) ”.


Laporkan Iklan Ini Tidak Layak

Dan Hadist Bukhari dan Muslim diatas telah diperkuat lagi oleh Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah nomor 693 bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda yang berbunyi, ” Setiap Shalat yang didalam-nya tidak dibacakan Faatihatul Kitaab (Surat Al Fatihah) maka dia (Shalatnya) cacat, maka dia cacat (Hadist Riwayat Ibnu Majah nomor 693 yang telah dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah) ”. Itulah salah satu contoh Dalil dan Hadist tentang Hukum Membaca Al Fatihah yang harus (Wajib) dibacakan saat mengerjakan Shalat Wajib Lima Waktu.

Dan Hadist Shahih diatas pun yang menjadi rujukan para Ulama untuk menyatakan bahwa membaca Surat Al Fatihah didalam Shalat adalah Rukun Shalat. Dengan dinyatakan bahwa Surat Al Fatihah Dalam Shalat yaitu wajib, maka pertanyaannya adalah apakah Hukum Membaca Al Fatihah Dalam Shalat berlaku untuk semua orang yang mengerjakan shalat baik itu Imam Shalat, Makmum Shalat maupun Seseorang yang Shalat Secara Sendirian ?

Hukum Membaca Al Fatihah Bagi Imam dan Makmum

Dari Pandangan Madzhab Syafi’i bahwasanya membaca Surat Al Fatihah didalam Shalat Wajib Lima Waktu itu merupakan salah satu Rukun Shalat yang wajib dibacakan oleh setiap Muslim dan wajib dibacakan di tiap – tiap Raka’at Shalat sehingga Surat Al Fatihah didalam Shalat Wajib Lima Waktu itu Wajib (Harus) dibacakan oleh setiap Muslim baik saat bertindak sebagai Imam Shalat, Makmum Shalat maupun saat melakukan Shalat Secara Sendirian.

Hal tersebut sesuai dengan Hadist Shahih Riwayat Bukhari dan Muslim bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda yang berbunyi, ” Tidak ada (Sah) Shalat Seseorang yang tidak membaca Al Fatihah (HR. Bukhari dan Muslim) ”. Namun perlu kalian ketahui bahwa jika terdapat Makmum Masbuq yakni Makmum yang tertinggal di Raka’at Pertamanya dari Imam Shalat, maka Makmum Masbuq tersebut boleh membaca Surat Al Fatihah sedapatnya saja karena jika dibacakan secara utuh (7 Ayat Al Fatihah) maka takut akan tertinggal beberapa Gerakan Shalat dari Imam Shalatnya.

Dan itulah yang dimaksud sebagai Fatihah yang ditanggung Imam Shalat sehingga bisa disimpulkan sekali lagi bahwa didalam Hukum Membaca Surat Al Fatihah Saat Mengerjakan Shalat Wajib Lima Waktu baik untuk Imam Shalat, Makmum Shalat dan Shalat Secara Sendirian itu Hukumnya Wajib dibacakan karena termasuk kedalam Rukun Shalat Wajib, dan sekali lagi hal tersebut berlaku bagi semua orang Muslim yang mengerjakan Shalat Wajib baik itu untuk Imam Shalat, Makmum Shalat dan Shalat Secara Sendirian.


Laporkan Iklan Ini Tidak Layak
tags: , ,
Artikel Terkait :
loading...