Hukum Membaca Doa Iftitah Dalam Shalat Fardhu

Hukum Membaca Doa Iftitah – Alhamdulillah berkat izin Allah SWT, kami masih diberi kesempatan berjumpa lagi dengan anda sekalian. Seperti pada kesempatan yang sudah sudah, kali ini kami akan membahas tentang artikel Islam yakni penjelasan tentang Hukum Membaca Doa Iftitah di dalam Shalat Wajib karena kami sebagai penulis online sangat meyakini masih banyak Muslim dan Muslimah yang membutuhkan penjelasan yang lebih detail dan jelas tentang perkara Hukum Doa Iftitah Pada Saat Shalat Fardhu ini.

Adapun untuk Pengertian Doa iftitah Dalam Shalat Wajib 5 Waktu ialah salah satu bacaan doa di dalam Shalat yang dibaca satu kali dalam Shalat dan dibacakan setelah melakukan Gerakan Shalat Takbiratul Ikhram (sebelum membaca Surat Al Fatihah). Bacaan Doa iftitah ini dapat dibaca oleh seorang Imam dan Makmum Shalat yang akan menunaikan Shalat Wajib Lima Waktu, baik saat mengerjakan Shalat Wajib Berjamaah maupun saat mengerjakan Shalat Wajib secara sendirian.

Lalu perlu kalian ketahui sebagai seorang Muslim dan Muslimah bahwa untuk Bacaan Doa Iftitah sendiri terdapat 2 versi Doa Iftitah yang umum banyak dibaca oleh Umat Muslim Indonesia saat mereka akan mengerjakan Shalat Fardhu 5 Waktu, dan perbedaan Bacaan Doa Iftitah yang 2 versi tersebut terbagi didalam Versi Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Versi Islam Muhamadiyah. Mungkin ada baiknya jika kalian langsung melihat ulasan tentang Hukum Membaca Doa Iftitah Dalam Sholat Wajib 5 Waktu yang telah dilengkapi dengan Bacaan Doa Iftitah Versi Nahdlatul ulama dan Muhamadiyah.

Pembahasan Hukum Membaca Doa Iftitah Dalam Shalat

hukum membaca doa iftitah dalam shalat wajib

Kemudian didalam Hukum Membaca Doa Iftitah Dalam Shalat Fardhu ialah Sunnah dan lebih tepatnya ialah Sunnah Haiat yang mempunyai pengertian sebagai Ibadah (Amalan) Sunnah didalam Shalat yang jika ditinggalkan dengan sengaja maupun tidak disengaja maka tidak disunnahkan untuk melakukan Sujud Sahwi. Namun sangat lebih baik sekali jika Bacaan Doa Iftitah yang Sunnah tersebut untuk dikerjakan dan dibacakan oleh kalian sebagai seorang Muslim saat melakukan Shalat karena akan menambah Pahala bagi kalian.

Seorang Ulama Besar dari Mazhab Syafi’i yang bernama Imam Nawawi sangat menganjurkan membaca Bacaan Doa Iftitah disetiap Shalat baik pada saat seorang muslim yang akan mengerjakan shalat wajib dalam berbagai keadaan, baik itu Shalat dalam keadaan duduk maupun orang yang Shalat sambil berbaring (Sakit). Bahkan saat mengerjakan Shalat Sunnah pun disunahkan untuk membaca Bacaan Doa Iftitah ini, baik itu Shalat Sunnah Mutlak, Shalat Tahajud, Shalat Istikharah, Shalat Ied, Shalat Rawatib dan Shalat Sunnah yang lain.

Terus bagaimana jika ada seorang Muslim yang mengerjakan Shalat, namun ia tidak membaca Bacaan Doa Iftitah?. Maka sudah tentu tidak apa – apa dan tidak membatalkan Shalatnya karena seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa Hukum Doa Iftitah Saat Shalat adalah Sunnah Haiat didalam Shalat.

Sehingga jika ada seorang Muslim yang mengerjakan Shalat Wajib maupun Shalat Sunnah dan dia tidak membaca Doa Iftitah maka shalatnya tetap sah, selagi dia masih memenuhi Syarat dan Rukun Shalat. Hanya saja seorang Muslim yang tidak membaca Bacaan Doa Iftitah pada saat Shalat, maka dia tidak akan mendapatkan Pahala Sunnah dari Bacaan Doa Iftitah tersebut.

Bacaan Doa Iftitah Versi Nahdlatul Ulama

doa iftitah versi Nahdlatul Ulama

Bacaan Doa Iftitah Versi Nahdlatul Ulama (NU) diatas sudah dibuatkan secara lebih lengkap karena sudah ada Bahasa Arab, Terjemahan Latin dan Bahasa Indonesia. Namun perlu ditekankan disini bahwa Tata Cara Membaca Doa Iftitah Nahdlatul Ulama diatas, dibacakan dengan memakai Bahasa Arab dan tidak boleh membaca Doa Iftitah didalam Shalat dengan Bahasa Indonesia atau Artian Dalam Bahasa Indonesia.

Bacaan Doa Iftitah Versi Muhammadiyah

doa iftitah versi muhammadiyah

Bacaan Doa Iftitah Versi Muhammadiyah diatas juga sudah dituliskan lengkap dengan Bahasa Arab, Bahasa Lain dan Terjemahan Bahasa Indonesia. Namun perlu ditekankan sekali lagi bahwa dalam Cara Membaca Doa Iftitah Muhammadiyah diatas, itu dibacakan dengan menggunakan Bahasa Arab dan kalian tidak boleh membaca Doa Iftitah Dalam Shalat menggunakan Bahasa Indonesia.

Mungkin hanya seperti itu saja penjelasan tentang Hukum Membaca Doa Iftitah Dalam Shalat Wajib Lima Waktu dan didalam Shalat Sunnah. Semoga saja ulasan tentang Bacaan Doa Iftitah yang telah ditulis secara lebih detail dan lengkap ini dapat bermanfaat bagi kalian para Muslim dan Muslimah yang berada di Tanah Air Indonesia karena kami sebagai penulis online sangat meyakini bahwa masih banyak Masyarakat Muslim Indonesia diluar sana yang masih membutuhkan ulasan tentang Hukum Doa Iftitah seperti ini.

Hukum Membaca Doa Iftitah Dalam Shalat Fardhu | Rukun | 4.5