Hukum Membaca Suratan Pendek Al Qur’an Dalam Shalat

Friday, April 28th 2017. | Ajaran Islam

Laporkan Iklan Ini Tidak Layak
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Sebelum membahas secara lebih detail tentang Hukum Membaca Suratan Di dalam Shalat Wajib Lima Waktu, ada baiknya bagi kalian sebagai seorang Muslim dan Muslimah Indonesia untuk ditekankan sekali lagi bahwa Hukum Mengerjakan Shalat Fardhu Lima Waktu adalah Wajib dikerjakan karena telah diperintahkan secara langsung oleh Allah SWT. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan Firman Allah SWT yang ada didalam Al Qur’an Surat Al Baqarah Ayat 110 dan Surat Al Isra Ayat 78 yang berbunyi sebagai berikut

” Dirikanlah Sholat dari sesudah Matahari tergelincir sampai gelap Malam dan kerjakanlah pula Sholat Subuh. Sesungguhnya Sholat Subuh itu disaksikan oleh Malaikat (QS. Al Isra, Ayat : 78) ”. Dan Firman Allah SWT didalam Al Qur’an Surat Al Baqarah Ayat 110 berbunyi, ” Dan dirikanlah Sholat dan Tunaikan-lah Zakat. Dan kebaikan apa saja yang km usahakan bagi dirimu, tentu km akan memperoleh Pahala-nya pada sisi Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT melihat apa – apa yang km kerjakan (QS. Al Baqarah, Ayat : 110) ”.

Oleh karena itu dengan melihat Firman – Firman Allah SWT yang ada didalam Surat Al Qur’an diatas maka sudah bisa disimpulkan dengan tegas bahwa kita sebagai seorang Muslim sudah diwajibkan untuk mengerjakan Shalat 5 Waktu disetiap harinya. Adapun untuk Suratan Pendek yang dibacakan di setiap Raka’at Shalat Wajib ini adalah merupakan suratan (Surah) yang ada di dalam Al Qur’an yang memiliki jumlah ayat yang sedikit serta mudah untuk dihapalkan dan kebanyakan dari Suratan Pendek Al Qur’an tersebut diturunkan di Kota Mekkah (Arab Saudi).


Laporkan Iklan Ini Tidak Layak

Suratan Pendek Dalam Al Qur’an biasanya dibacakan (diamalkan) saat mengerjakan Shalat Wajib maupun Shalat Sunnah dan dibacakan di tiap – tiap Raka’at Shalat, yang dibacakan setelah seorang Muslim selesai membaca Suratan Al Fatihah dalam Shalatnya baik secara Berjamaah maupun Sendirian. Biasanya mayoritas Imam Shalat di Indonesia selalu menggunakan dan membaca Suratan Pendek disetiap Rakaat ketika memimpin Shalat Berjamaah dan kalaupun membaca Suratan Panjang, maka pada umumnya para Imam Shalat akan membagi bacaannya menjadi Dua yakni di Rakaat Pertama dan Rakaat Kedua.

Pertanyaannya adalah bagaimana Hukum Membaca Suratan Pendek dan Suratan Panjang Saat Mengerjakan Shalat Wajib 5 Waktu ??. Hal tersebut lah yang akan kami ulas dan bahas dikesempatan ini karena kami menyadari bahwa masih banyak Masyarakat Muslim Indonesia yang masih belum tahu dan masih membutuhkan jawaban tentang Hukum Membaca Suratan Al Qur’an di dalam Shalat Wajib Lima Waktu.

Hukum Membaca Suratan Al Qur’an Dalam Shalat

Untuk Hukum Membaca Ayat Al Qur’an Pendek dan Surat Panjang Al Qur’an Saat Shalat Wajib setelah selesai membaca Surat Al Fatihah di Tiap – Tiap Raka’at Shalat adalah Sunnah dan lebih tepatnya ialah Sunnah Haiat yang mempunyai pengertian sebagai Amalan (Ibadah) Sunnah didalam Shalat Wajib, jika ditinggalkan atau tidak dilakukan baik secara sengaja maupun tidak disengaja itu tidak apa – apa dan tidak disunnahkan untuk melakukan Sujud Sahwi.


Laporkan Iklan Ini Tidak Layak

Sehingga bagi kalian seorang Muslim Muslimah saat mengerjakan Shalat Wajib Secara Sendirian dan tidak membaca Suratan Pendek ataupun Suratan Panjang maka Shalat Wajib tersebut tetap Sah dan tidak batal, asalkan Syarat Wajib dan Syarat Sah Shalat Fardhu nya masih terpenuhi karena sekali lagi Hukum Membaca Suratan Pendek ialah Sunnah Haiat. Hanya saja sangat dianjurkan sekali bagi kalian untuk mengerjakan dan Mengamalkan Amalan Sunnah Haiat (Membaca Suratan Pendek) didalam Shalat karena bisa untuk menambahkan Banyak Pahala Sunnah – Sunnah didalam Shalat.

Terdapat Hadist Shahih yang menerangkan bahwa Nabi Muhammad SAW juga membaca Suratan Pendek Al Qur’an Saat Mengerjakan Shalat Wajib dan Hadist Shahih tersebut diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang berbunyi, ” Dari Jabir bin Samrah ra bahwa, Nabi Muhammad SAW saat mengerjakan Shalat Dhuhur membaca Surat ” Wallaili idza Yaghsya ”, pada saat Shalat Ashar sama seperti itu panjangnya dan saat Shalat Subuh membaca Surat yg lebih panjang dari itu (HR. Bukhari dan Muslim) ”.

hukum membaca suratan pendek dalam shalat

Lalu didalam Hadist Shahih Riwayat Bukhari yang lain berbunyi, dari Al Barra ra berkata ” Saya pernah mendengar Nabi Muhammad SAW membaca Surat Wat Thini Wazaitun pada Sholat Isya dan saya tidak perah mendengarkan seseorang lebih bagus dari Suara Nabi Muhammad SAW dalam bacaannya (Hadist Shahih Bukhari dan Muslim) ”. Itulah Hadist Shahih Riwayat Bukhari dan Muslim yang menjadi acuan bahwa Hukum Membaca Surat Pendek Dalam Shalat adalah Sunnah dan Disunahkan.

Adapun Tata Cara Membaca Suratan Pendek Al Qur’an disunnahkan untuk dibaca dan diamalkan saat Raka’at Pertama dan Raka’at Kedua Dalam Shalat Wajib, setelah kalian selesai membaca Surat Al Fatihah dan selesai mengucapkan Aminn. Sedangkan pada saat Raka’at Ketiga dan Raka’at Keempat dalam Shalat sebagian Jumhur Ulama berpendapat bahwa Tidak Disunnahkan untuk membaca Surat Pendek pada Rakaat Ketiga dan Raka’at Keempat.

Kemudian beberapa Bacaan Surat Pendek Al – Qur’an yang bisa kalian bacakan dan amalkan saat mengerjakan Shalat Wajib antara lain Surat Al Ashr terdiri dari 3 Ayat, Surat An Nasr terdiri dari 3 Ayat, Surat Al Kautsar dengan 3 Ayat, Surat Al Quraisy terdiri dari 4 Ayat, Surat Al Ikhlas dengan 4 Ayat, Surat Al Lahab dengan 5 Ayat, Surat Al Fil terdiri dari 4 Ayat, Surat Al Qadr dengan 5 Ayat, Surat Al Falaq yang terdiri dari 5 Ayat, Surat Al Kafirun dengan 6 Ayat dan Surat An Naas yang terdiri dari 6 Ayat.


Laporkan Iklan Ini Tidak Layak
tags: , , ,
Artikel Terkait :
loading...