Hukum Mencium Istri Saat Puasa Ramadhan

Sunday, April 17th 2016. | Berpuasa
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Hukum Mencium Istri Ketika Puasa Ramadhan – Puasa di Bulan Ramadhan ialah merupakan Puasa Wajib yang dilakukan di Bulan Ramadhan dalam kalender Hijriah (Islam) dan untuk Hukum Puasa Ramadhan ialah Wajib sehingga kalian harus benar – benar tau tata cara puasa ramadhan secara benar sehingga Puasa Ramadhan yang telah dijalani tidak merasa sia – sia atau mubah karena perlu kalian ketahui bahwa Keutamaan Puasa Ramadhan sendiri sangatlah banyak seperti akan mendapatkan Pahala Puasa Ramadhan yg banyak, dapat menyehatkan tubuh Manusia terutama dibagian sistem Pencernaan Manusia dan masih banyak Keistimewaan Bulan Ramadhan yg akan kalian dapatkan.

Hukum Mencium Istri Saat Puasa Ramadhan

Karena Puasa Wajib Ramadhan dilakukan hanya di Bulan Ramadhan pada kalender Islam (Hijriah) dan Bulan Ramadhan sendiri merupakan Bulan paling istimewa dan mulia karena didalam terdapat malam lailatul qadar atau malam terbaik dalam seribu bulan, Bulan dimana Pintu Surga dibuka, Bulan dimana terdapat keberkahan yang sangat banyak, Bulan dibukanya pintu taubat dan Bulan Penuh Ampunan, Bulan dimana Pahala akan dilipat gandakan serta Bulan paling Mulia diantara Bulan – Bulan yang lainnya sehingga kalian jangan sampai melalaikan Puasa Ramadhan selama tiga puluh hari, Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah Tarawih dan amalan – amalan baik lainnya di Bulan Ramadhan karena akan dilipat gandakan pahalanya oleh Alloh Swt.

Hukum Mencium Istri Saat Puasa Ramadhan di Islam

Kemudian pertanyaan – pertanyaan seperti Bagaimana Hukum Mencium Istri Saat Mengerjakan Puasa Ramadhan atau Apakah Mencium Istri Saat Puasa Ramadhan dapat membatalkan Puasa dan Apakah Bermesraan dengan Istri dapat membatalkan Puasa Ramadhan menurut pandangan Ulama yang sudah ditetapkan didalam Ijma ?

Untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan seperti itu ada baiknya kalian melihat dulu Hadist dari Bukhari dan Muslim yg menyatakan bahwa Aisyah Ra pernah berkata, ” Nabi Muhammad Saw pernah mencium dan bercumbu (Bukan Bersetubuh) dg istrinya ketika beliau melakukan Puasa. Namun Nabi Muhammad Saw merupakan Orang yg paling kuat menahan Nafsunya (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim) ”. Untuk Hadist kedua yang diriwayatkan oleh Abu Daud bahwa Aisyah mengatakan, ” Nabi Muhammad Saw pernah menciumku saat nabi sedang melakukan puasa dan aku juga sedang berpuasa (HR. Abu Daud) ”.

Oleh karena itu bisa disimpulkan bahwa Hukum Mencium Istri Saat Puasa Ramadhan tidak dapat membatalkan Puasa Ramadhan, dengan syarat tidak boleh keluar Mani karena keluar Mani sama saja dengan tidak bisa menahan Nafsu dan untuk sifat mengerjakan Puasa Ramadhan sendiri adlah menahan makan, menahan minum dan menahan Syahwatnya. Mungkin bisa kalian lihat Hadist dari Jabar bin Abdillah Ra yg bisa menjadi rujukan kalian dalam kasus hukum mencium, bermesraan dan berpelukan dengan Istri saat mengerjakan Puasa Ramadhan


Laporkan Iklan Ini Tidak Layak

” Bahwa Umar bin Khattab ra mengatakan : Suatu hari nafsuku bergejolak maka aku mencium istriku pdhal saya sedang berpuasa. Lalu aku mendatangi dan bertanya kepada Nabi Muhammad Saw bahwa aku tlah melakukan perbuatan yg berbahaya pd hari ini, bahwa aku mencium istriku padahal aku sedang berpuasa. Maka Nabi Muhammad Saw bersabda dan menjawab pertanyaan Sahabat Umar Bin Khattab seperti dibawah ini.

” Apa pendapatmu kalau km berkumur dg Air padahal kamu sedang melakukan Puasa ? maka Aku menjawab Boleh, lalu Nabi Muhammad Saw bersabda lagi, ” Lalu mengapa mencium bisa membatalkan Puasa ? (HR. Ahmad) ”. Maksud dari Hadist tersebut bahwa bercumbu (Bermesraan) dengan Berkumur Saat Puasa Ramadhan keduanya sama – sama rentan terhadap batalnya puasa, tetapi keduanya tidak dapat membatalkan puasa. Asalkan jika berkumur tidak ada air yang masuk kedalam tenggorokan dan jika bermesraan atau mencium Istri tidak keluarnya Air Mani.

Oleh sebab itu Hukum Mencium Istri Saat Puasa Ramadhan atau Hukum Bermesraan Bersama Istri Saat Puasa Ramadhan serta Hukum Memeluk dan Memegang Istri saat mengerjakan Puasa Ramadhan tidak akan membatalkan Puasa Ramadhan, asalkan kalian bisa menahan Hawa Nafsu untuk tidak sampai keluar Air Mani ketika sedang bermesraan dengan Istri. Tetapi perlu diingatkan bahwa sebaiknya jangan kalian lakukan hal tersebut ketika sedang berpuasa ramadhan dan sebaiknya ditunda setelah berbuka puasa atau dimalam hari karena anda memiliki kadar iman dan mengkontrol hawa nafsu yg masih sangat lemah sehingga takutnya anda tidak bisa menahannya sampai air mani keluar. Adapun perlu ditekankan bahwa didalam Hadist Nabi Muhammad Saw memang mencium Istri Beliau, tetapi jangan lupa bahwa Nabi Muhammad Saw merupakan Manusia yang sangat kuat dalam menahan hawa nafsu beliau.


Laporkan Iklan Ini Tidak Layak
tags: , ,