Hukum Tayammum Menggunakan Tanah di Islam

Hukum Tayammum – Pengertian Tayammum dalam Islam adalah tindakan menyucikan diri dengan mengusap Wajah dan Mengusap Kedua Tangan menggunakan Sho’id (Tanah, Debu, Pasir dan Bebatuan) yang bersih dan suci, tidak menggunakan Air karena Tayammum merupakan pengganti Wudhu dan Mandi Wajib. Oleh karena itu jika kalian sebagai seorang Muslim tidak menemukan Air untuk Berwudhu saat akan melakukan Shalat, membaca Al Qur’an ataupun melakukan Ibadah yang lainnya maka bisa melakukan Tayammum memakai Sho’id yang bersih dan suci sebagai pengganti Wudhu tersebut.

Kemudian Tata Cara Melakukan Tayammum bisa kalian lakukan dengan mengusap Muka dan Kedua Tanganmu dengan Tanah, Pasir, Debu maupun Bebatuan yang bersih dan suci, jika kalian tidak menemukan Air yang digunakan untuk Wudhu. Adapun Cara Bertayammum tersebut telah dijelaskan oleh Firman Allah SWT yang berbunyi, ” Dan jika km sakit atau dlm perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau berhubungan badan dg perempuan, lalu km tak memperoleh Air maka Bertayamum-lah dg permukaan Bumi yang baik (Bersih), sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu (QS. Al Maidah Ayat : 6) ”.

Lalu untuk Media yang bisa digunakan untuk bertayammum sendiri antara lain seluruh permukaan Bumi yang suci dan bersih, baik itu Tanah, Pasir, Debu, Bebatuan, Tanah Berair, Kering dan Lembab. Hal tersebut telah dijelaskan didalam Hadist Nabi Muhammad SAW dari Sahabat Hudzaifal Ibnu Yaman ra yg berbunyi, ” Dijadikan bagi kami (Umat Nabi Muhammad SAW) permukaan Bumi sebagai Thohur atau sesuatu yg digunakan untuk Bersuci (Tayammum) jika kami tidak menemukan Air) ”.

Penjelasan Hukum Tayammum di Ajaran Islam

hukum-tayammum

Sedangkan didalam Hukum Melakukan Tayammum sudah tentu dibolehkan dan tidak dilarang karena Tayamum sudah diperintahkan oleh Allah SWT didalam Surat Al Maidah Ayat 6 yang berbunyi, ” Hai Orang – Orang yg beriman, apabila km hendak melaksanakan Sholat maka Basuhlah Mukamu dan Tanganmu sampai dengan Siku, dan sapulah kepalamu dan basuhlah kakimu sampai dengan kedua mata kaki dan jika km Junub maka Mandilah dan jika km sakit atau dlm perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau berhubungan badan dg perempuan,

Lalu km tak memperoleh Air maka Bertayamum-lah dg permukaan Bumi yang baik (Bersih), sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan km, tetapi dia (Allah) hendak membersihkan km dan menyempurnakan hikmat-nya bagimu supaya km bersukur (QS. Al Maidah Ayat :6) ”. Oleh karena itu sudah bisa dipastikan bahwa Hukum Bertayamum itu dibolehkan dan tidak dilarang oleh Ajaran Islam karena sekali lagi sudah diperintahkan oleh Allah SWT didalam Firmannya, hanya saja terdapat Syarat Yang Membolehkan Tayammum yang salah satunya ialah jika tidak menemukan Air.

Adapun untuk Syarat – Syarat Tayammum sendiri antara lain Tidak ada Air yg cukup untuk Berwudhu ataupun Mandi Wajib, Tidak mampu menggunakan Air karena sedang Sakit sehingga jika menggunakan Air maka bisa memperlambat sembuh atau dapat memperparah sakitnya, Orang yang sedang Dipenjara atau Takut Binatang Buas karena sedang berada di Hutan ataupun Alam Liar. Syarat Dibolehkan Tayammum selanjutnya ialah Jumlah Air sedikit dan lebih dibutuhkan untuk menyambung Hidup, tidak adanya alat untuk mendapatkan Air jika terdapat Air didalam Sumur, Takut Kehabisan Waktu Sholat karena untuk mendapatkan Air sangatlah jauh dan Kondisi Cuaca yang sangat dingin.

Mungkin hanya seperti itu saja penjelasan tentang Hukum Tayammum, semoga saja ulasan ini bisa bermanfaat bagi kalian semua sebagai seorang Muslim dan tentunya kami juga telah memberikan ulasan lengkap tentang Niat Tayammum yg bisa kalian cek dan baca sendiri tautannya, hal ini dikarenakan kami selaku penulis sangat yakin bahwa diluar sana banyak Masyarakat Muslim khususnya di Indonesia yang membutuhkan informasi tentang Tayammum ini dan sudah menjadi tugas kita sebagai sesama Muslim untuk memberikan informasi yang bermanfaat kepada Muslim lainnya.

Hukum Tayammum Menggunakan Tanah di Islam | Rukun | 4.5