Laporkan Iklan Ini Tidak Layak

Hukum Puasa Saat Hamil Dan Menyusui di Islam

Wednesday, April 20th 2016. | Berpuasa, Bulan Ramadhan
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Hukum Puasa Saat Hamil Dan Menyusui | pada bulan ramadhan ini memang semua umat muslim ini diwajibkan untuk melaksanakan puasa wajib ini karena memang merupakan salah satu dari rukun islam, namun para ulama juga sudah bersepakat apabila ada orang tua yang sudah tidak bisa lagi untuk melaksanakan ibadah puasa sebagaimana mestinya (sudah udzur) dan sudah tidak mungkin lagi untuk bisa mengqadha di hari yang lain maka orang tersebut sudah tidak memiliki kewajiban untuk mengqadha puasanya dan orang tersebut hanya diharuskan untuk bisa membayarkan fidyah, namun untuk kali ini bukan hal tersebut yang akan kami bahas melainkan tentang hukum puasa saat hamil dan menyusi dimana orang-orang yang hamil atau menyusui ini masih bisa menqadha puasanya lagi setelah sudah tidak hamil

Puasa Saat Hamil Dan Menyusui

Kondisi ketika hamil memang berbeda-beda untuk setiap orang karena tiap orang memang memiliki ketahanan tubuh yang berbeda pula, maka dari itu islam memperbolehkan wanita hamil dan juga menyusui yang khawatir akan kondisi tubuhnya ketika berpuasa boleh untuk tidak berpuasa namun tetap harus mengqadha {tanpa fidyah} pada hari lain ketika sudah sanggup untuk berpuasa kembali, dan keadaan seperti ini sama saja dengan orang yang sakit parah yang sudah tidak memungkinkan untuk menjalankan ibadah puasa pada saat itu, sebagaimana yang ada di (Qs. Al Baqarah (2): 184

hukum puasa saat sakit

Sedangkan untuk orang yang orang yang tidak melaksanakan puasa saat hamil dan menyusui karena merasa khawatir akan keadaan dirinya dan juga buah hati apabila menjalankan ibadah puasa itu hanya wajib mengqadha sebanyak jumlah hari yang sudah ditinggalkan ketika dirasa tidak sanggup atau khawatir utnuk melaksanakan puasanya, Imam Nawawi Mengatakan :

mengqadha puasa ibu hamil


Laporkan Iklan Ini Tidak Layak

Hukum Puasa Saat Hamil Dan Menyusui

Dan apabila anda tidak melaksanakan puasa saat hamil dan menyusui dikarenakan mengkhawatirkan buah hati saja , mungkin karena disuruh oleh dokter karena bahaya apabila tetap menjalankan puasa sedangkan bayi masih harus mendapatkan nutrisi yang tepat atau menurut pengalaman pribadi yang membuat tidak melaksanakan ibadah puasa ini, dan pada hal ini ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai hukumnya, dan akan kami jelaskan satu persatu mengenai hukum dari puasa pada saat anda hamil atau sedang menyusui buah hati anda

Menurut pendapat dari Syaikh Bin Baz dan juga Syaikh Ad-Sa’di mengemukakan kalau wanita hamil dan juga menyusui itu disamakan sebagaimana orang yang sedang sakit sehingga mereka wajib utnuk mengadha puasanya saja dalil yang digunakan sebagai acuan adalah QS. Al-Baqarah {2} :184

Sedangkan Ibnu Abbas dan Ibnu ‘Umar ra beserta Syaikh Ali Hasan memiliki pendapat kalau wanita hamil yang mengkhawatirkan akan kesehatan bayinya itu hanya wajib untuk membayar fidyah saja, sedangkan dalil yang digunakan itu sama saja seperti yang dalil yang digunakan para ulama yang memberikan kewajiban qadha dan fidyah yaitu :

dalil wanita hamil puasa

Sedangkan Ayat Al-Qur’an yang dijadikan Dalil pada masalah wanita hamil dan menyusui itu wajib utnuk membayarkan fidyah karena mengkhawatirkan kesehatan anaknya adalah :

dalil membayar fidyah

Menurut Para Ulama menganggap kalau wanita hamil dan juga menyusui yang mengkhawatirkan anaknya itu tercakup pada ayat tersebut

Wanita hamil dan menyusui

Dan dari pendapat yang kami jabarkan kalau mayoritas ulama itu memiliki pendapat yang sama namun dalam beberapa kondisi para ulama memiliki perbedaan pendapat, sedangkan yang digunakan sebagai dasar hukum puasa saat hamil dan menyusui ini adlaah Surat Al Baqarah ayat 184 yang sudah kami jabarkan diatas, dan untuk ibu yang tidak bisa melaksanakan puasa itu wajib untuk menqadhanya di lain waktu ketika sudah mampu untuk mengqadha puasanya kembali karena memang tidak ada dalil yang menjelaskan kalau tidak ada hal yang menggugurkan qadha untuk orang yang memang masih mampu untuk melaksanakannya

Sedangkan untuk pembayaran Fidyah ini adalah orang yang sakit dan tidak mungkin untuk bisa mengqadha puasanya dilain waktu, memanglah ketika anda sakit pastinya banyak orang yang menyarankan untuk membatalkan puasa karena untuk urusan kesehatan namun apabila dilain waktu nanti anda tetap tidak sanggup untuk mengqadha maka anda sudah tidak memiliki kewajiban lagi untuk mengqadha dan hanya memiliki kewajiban utnuk membayarkan fidyahnya ( dan kondisi ini memang kemungkinan terjadi pada orang yang memang sudah udzur atau sudah tua sehingga memang sudah tidak bisa lagi untuk mengqadha puasanya kembali karena waktu mendatang juga pasti orang tersebut akan semakin udzur dan kekuatan tubuhnya sudah tidak mempu lagi untuk melaksanakan puasa)

Dan itulah kesimpulan yang bisa kami jabarkan mengenai Hukum Puasa Saat Hamil Dan Menyusui semoga bisa menjadi referensi anda yang tepat dan anda bisa mendapatkan jawaban yang baik disini, kami harap anda mengerti tetang apa yang kami jelaskan disini , namun apabila anda masih belum paham anda bisa bertanya menggunakan kolom komentar pada rukun islam dibawah ini


Laporkan Iklan Ini Tidak Layak
tags: , ,