Macam Sunnah – Sunnah Shalat Wajib di Ajaran Islam

Thursday, May 4th 2017. | Shalat Wajib
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Macam Sunnah Shalat Wajib – Shalat Fardhu Lima Waktu adalah salah satu Ibadah yang wajib dan harus dikerjakan oleh tiap – tiap Muslim Muslimah karena untuk Hukum Mengerjakan Shalat Wajib Lima Waktu ini adalah Fardhu Ain yang artinya kewajiban yang harus dikerjakan oleh setiap Muslim dan tidak boleh ditinggalkan karena jika seorang Muslim meninggalkan (Tidak Mengerjakan) Shalat Fardhu 5 Waktu maka akan mendapatkan Dosa Besar.

Didalam Al Qur’an sendiri telah menjelaskan bahwa Allah SWT telah memerintahkan kita sebagai umatnya untuk mengerjakan Shalat dan Firman Allah SWT dalam Al Qur’an dijelaskan didalam Surat Al Baqarah Ayat 110 yang berbunyi, ” Dan kerjakanlah Shalat dan Tunaikanlah Zakat. Dan kebaikan apa saja yg km usahakan bagi dirimu, tentu km akan memperoleh Pahala-nya disisi Allah SWT. Sesungguh-nya Allah SWT Maha Melihat apa – apa yang km kerjakan (QS. Al Baqarah, Ayat : 110) ”.

Kemudian yang mesti kalian ketahui juga bahwa didalam mengerjakan Shalat Wajib itu terdapat Rukun dan Sunnah Dalam Shalat Wajib. Untuk Rukun – Rukun Shalat Wajib antara lain membaca Niat, Takbiratul Ikhram, Berdiri Tegak bagi yang sehat dan boleh duduk ataupun berbaring bagi yang sakit keras, membaca Surat Al Fatihah di tiap tiap Raka’at Shalat, Gerakan Shalat Ruku, Gerakan Shalat I’tidal, Gerakan Shalat Sujud 2 kali, Gerakan Shalat Duduk diantara 2 Sujud, Gerakan Shalat Duduk Takiyat Akhir, Membaca Bacaan Takiyat Akhir, Membaca Shalawat Nabi Muhammad SAW di Tahiyat Akhir, Membaca Salam Pertama dan Tertib.

Perkara Rukun Dalam Shalat Fardhu ini harus dilakukan oleh kalian saat mengerjakan Shalat Fardhu Lima Waktu karena jika tidak dikerjakan maka Shalat Fardhu tersebut tidak akan sah dan harus diulang lagi Shalat-nya. Lalu untuk Perkara Sunnah Dalam Shalat Wajib sendiri adalah merupakan perkara yang tidak wajib dikerjakan oleh seorang Muslim saat mengerjakan Shalat Wajib sehingga tidak akan Batal dan akan tetap Sah Shalatnya jika Perkara Sunnah Dalam Sholat Wajib tidak dilakukan oleh seorang Muslim.

Hanya saja jika seorang Muslim mengerjakan Perkara Sunnah Shalat Wajib saat mengerjakan Shalat maka ia akan mendapatkan pahala dari Perkara Sunnah tersebut, sehingga sangat disayangkan sekali bagi seorang Muslim yang tidak mengerjakan Sunah – Sunah Dalam Shalat karena mereka melewatkan Pahala Sunnah yang banyak didalam Shalat Fardhu Lima Waktu.

Macam – Macam Sunnah Shalat Wajib Lima Waktu

Lalu didalam Macam Sunnah Shalat Wajib terbagi menjadi 2 macam yang antara lain Sunnah Ab’adl dan Sunnah Hai’at. Untuk Sunnah Dalam Shalat Ab’adl sendiri adalah sebagai Perkara Sunnah Dalam Shalat yang sangat dituntut atau ditekankan untuk dilakukan, dan jika Macam Sunnah Ab’adl dalam Shalat ini tidak dikerjakan baik dengan sengaja maupun tidak disengaja maka kalian di Sunnahkan untuk melakukan Sujud Sahwi.


Laporkan Iklan Ini Tidak Layak

Adapun Macam – Macam Sunnah Ab’adl ini antara lain Membaca Tasyahud Awal (Tahiyat Awal), Yang Kedua membaca Shalawat Nabi Muhammad SAW pada Tasyahud Awal, Yang Ketiga membaca Shalawat atas keluarga Nabi Muhammad SAW pada Tasyahud Akhir (Tahiyat Akhir) dan Sunnah Ab’adl Dalam Shalat Yang Keempat adalah membaca Doa Qunut dalam Shalat Subuh disaat Gerakan Shalat I’tidal (Sebelum Gerakan Shalat Sujud Pertama) di Raka’at Kedua.

Sunnah Dalam Shalat Kedua Sunnah Haiat

Sedangkan untuk Pengertian Sunnah Haiat adalah merupakan Amalan Sunnah Dalam Shalat, apabila tidak dikerjakan oleh setiap Muslim baik tidak dikerjakan secara sengaja maupun tidak sengaja, maka kita tidak disunahkan untuk melakukan Sujud Sahwi. Hanya saja kita sebagai seorang Muslim sangat dianjurkan untuk mengerjakan Sunnah Haiat di dalam Shalat Fardhu Lima Waktu karena akan menambah Pahala Sunnah didalam Shalat kita.

Adapun untuk Macam Amalan Sunnah Haiat antara lain yang pertama yakni Mengangkat Kedua Tangan secara sejajar dengan Bahu saat kita melakukan Takbiratul Ihram, saat akan Gerakan Shalat Ruku, Bangkit dari Gerakan Shalat Ruku (Ketika akan Gerakan Shalat I’tidal) dan ketika berdiri kembali setelah Gerakan Shalat Tasyahud Awal. Perkara Sunnah Dalam Shalat Haiat dengan mengangkat Kedua Tangan dalam Shalat Wajib ini telah dijelaskan didalam Hadist Shahih riyawat Bukhari dan Muslim yang berbunyi,

Dari Ibnu Umar Ra mengatakan bahwa, ” Nabi Muhammad SAW apabila beliau akan melaksanakan Shalat, Nabi Muhammad SAW mengangkat Kedua Tangannya sampai sejajar dengan Kedua Bahu Beliau, lalu membaca Takbir. Apabila Nabi Muhammad SAW akan Ruku, maka Beliau pun mengangkat Kedua Tangan-nya seperti itu (Sejajar dengan Kedua Bahu) dan bagitu pun saat Nabi Muhammad SAW akan bangkit dari Gerakan Ruku (Hadist Shahih Riwayat Bukhari dan Muslim) ”.

Untuk Amalan Sunnah Haiat Dalam Shalat Wajib Yang Kedua adalah meletakkan Tangan Kanan diatas Tangan Kiri dibawah Dada dan Diatas Pusar kalian. Sunnah Dalam Shalat ini berdasarkan Hadist Shahih Riwayat Ibnu Huzaimah yang berbunyi, ” Dari Wail bin Hijr Ra bahwa saya pernah Shalat bersama Nabi Muhammad SAW dan Beliau meletakkan Tangan Kanan Beliau diatas Tangan Kiri diatas Dadanya (Hadist Riwayat Ibnu Huzaimah) ”.

Macam Sunnah Haiat Shalat Wajib Yang Ketiga ialah Membaca Doa Iftitah setelah Takbiratul Ikhram dan sebelum membaca Ta’awwudh (Audzubillahi Minas Syaitonir Rajim). Sunnah di Dalam Shalat Fardhu ini sesuai dengan Hadist Riwayat Muslim yang berbunyi, dari Ali bin Abi Thalib bahwa ia berkata ” Nabi Muhammad SAW apabila melakukan Shalat, beliau membaca Doa Iftitah (Hadist Riwayat Muslim) ”.

Amalan Sunnah Haiat Dalam Shalat Fardhu Yang Keempat ialah dengan membaca Audzubillahi Minas Syaitonir Rajim (Ta’awwudh) sebelum kalian membaca Surat Al Fatihah dengan perlahan – lahan. Amalan Sunnah Haiat Yang Kelima adalah membaca Aminnn setelah selesai membaca Bacaan Surat Al Fatihah di tiap – tiap Raka’at Dalam Shalat, baik saat bertindak sebagai Imam Shalat atau Makmum Shalat maupun saat Shalat Sendirian.

Perkara Sunnah Haiat Shalat Wajib Yang Keenam ialah membaca Suratan Al Qur’an baik Suratan Pendek maupun Suratan Panjang setelah selesai membaca Surat Al Fatihah. Dan hal ini telah dijelaskan didalam Hadist Bukhari Muslim yang berbunyi, ” Dari Jabir bin Samrah ra berkata bahwa Nabi Muhammad SAW ketika Shalat Dhuhur membaca Surat ” Wallaili Idza Yaghsya ” dan pada Shalat Wajib Ashar sama itu panjangnya dan pada Shalat Wajib Subuh membaca Suratan yang lebih panjang dari sebelumnya (HR. Bukhari dan Muslim) ”.

macam sunnah shalat wajib lima waktu

Amalan Sunnah Shalat Wajib Haiat yang Ketujuh ialah memperpanjang Raka’at Pertama dari Raka’at Yang Kedua, maksudnya adalah dengan membaca Surat Al Fatihah dan membaca Suratan yang panjang di Raka’at Pertama serta membaca Surat Al Fatihah dan  membaca Suratan Yang Pendek di Raka’at Kedua Dalam Shalat. Lalu Sunnah Dalam Shalat selanjutnya ialah dengan Merendahkan Suara (Bacaan Surat Al Fatihah dan Suratan) pada Shalat Dzuhur, Shalat Ashar, Raka’at Ketiga Shalat Maghrib serta di Raka’at Ketiga dan Raka’at Keempat Shalat Isya.

Perkara Sunnah Haiat Saat Shalat Wajib Kesembilan ialah mengeraskan Bacaan Al Fatihah dan Suratan disaat Raka’at Pertama dan Raka’at Kedua Shalat Subuh, Raka’at Pertama dan Raka’at Shalat Jumat, Raka’at Pertama dan Raka’at Kedua Shalat Maghrib serta Raka’at Pertama dan Raka’at Kedua Shalat Wajib Isya baik saat kalian mengerjakan Shalat Maghrib, Shalat Isya, Shalat Subuh dan Shalat Jum’at Secara Berjamaah maupun Secara Sendirian.

Amalan Sunnah Shalat Wajib Haiat Kesepuluh Merenggangkan Kedua Tangan dari Lambung Saat melakukan Gerakan Shalat Sujud dan Ruku, Sunnah Haiat Kesebelas membaca Tasbih disaat Gerakan Shalat Ruku dengan membaca ” Subhana Rabbiyal Adzim ” dan disaat Gerakan Shalat Sujud membaca ” Subhana Rabbiyal Ala. Sunnah Haiat Kesebelas yakni membaca Sami Allahu Liman Hamidah sewaktu bangkit dari Gerakan Shalat Ruku (Saat akan Gerakan Shalat Itidal).

Lalu Perkara Sunnah Haiat Dalam Shalat selanjutnya ialah dengan membaca Takbir (Allahu Akbar) disetiap perpindahan Gerakan Shalat, Mengarahkan Pandangan Mata ke Tempat (Arah) Sujud sepanjang Shalat karena bisa mendekatkan diri kepada Ke Khusyuan, Meletakkan Telapak Tangan diatas Paha waktu Gerakan Shalat Duduk Tahiyat Awal dan Tahiyat Akhir serta Memalingkan Muka Ke Kanan dan Ke Kiri saat melakukan Gerakan Shalat Salam di Raka’at Terakhir.

Itulah Perkara Macam Sunnah – Sunnah Dalam Shalat yang mesti kalian ketahui sebagai seorang Muslim Muslimah dan perlu ditekankan lagi disini bahwa kalian sebagai seorang Muslim jika tidak melakukan beberapa atau salah satu dari Sunnah Shalat Wajib tersebut maka Shalat Wajib kalian Tidak Batal dan masih Sah Shalatnya karena yang bisa membatalkan Shalat Wajib ialah ketika tidak melakukan Salah Satu Rukun Shalat Wajib.


Laporkan Iklan Ini Tidak Layak
tags: , , , ,